KEFAMENANU NEWS – Misa Syukur dalam rangka memperingati 25 tahun imamat Pater Gregorius Pontus, OFM, berlangsung khidmat di Gereja Santa Teresia Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Jumat, 21 Agustus 2026.
Perayaan Ekaristi tersebut dipimpin oleh Uskup Dominikus Saku, Pr., dan dihadiri berbagai undangan dari sejumlah keuskupan, antara lain Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Agung Papua, Keuskupan Agung Kupang, serta Keuskupan Atambua.
Turut hadir para biarawan dan biarawati dari wilayah Timor Barat dan Timor-Leste, perwakilan umat dan keluarga, serta para imam dari Denpasar, Jakarta, Timor-Leste, Kupang, Atambua, dan Kefamenanu. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belu, serta unsur Pemerintah Kabupaten Belu dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Robertus Nahas, S.Sos., mewakili keluarga besar dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan perayaan tersebut, menyampaikan kesan mendalam atas perjalanan 25 tahun imamat Pater Gregorius Pontus, OFM.
Menurutnya, perjalanan panggilan imamat tentu tidak terlepas dari berbagai tantangan dan risiko. Namun, berkat keteguhan hati dan tekad yang kuat, berbagai cobaan mampu dilewati dalam perjalanan pengabdian dan pelayanan.
“Sebagai keluarga, kita menyadari bahwa sesuatu yang kita hadapi pasti memiliki banyak tantangan dan risiko. Namun, Pater Goris memiliki tekad yang kuat. Berbagai cobaan telah dihadapi dan semuanya dapat dilewati,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam khotbahnya, Uskup Dominikus Saku, Pr menegaskan bahwa menjalani panggilan imamat selama 25 tahun bukanlah sebuah perjalanan yang mudah. Seorang imam, dalam menjalankan panggilannya, harus berhadapan dengan berbagai persoalan iman serta penderitaan yang dialami umat manusia.
Menurut Uskup Dominikus, panggilan imamat bukan sekadar meninggalkan kehidupan duniawi, melainkan sebuah pilihan untuk menjawab panggilan Tuhan dan mengabdikan diri dalam pelayanan kepada umat.
“Kalau inilah pilihan Tuhan untuk dipanggil melayani umat, semua akan saya lewati, walaupun banyak cobaan. Karena Tuhan sudah menyiapkan talenta sebagai panggilan khusus,” demikian pesan yang disampaikan dalam perayaan tersebut.
Uskup Dominikus juga menyampaikan pesan dan kesan kepada Romo Gregorius Pontus agar tetap setia dan teguh dalam menjalani panggilan imamat.
“Sekali imam, tetap imam, dan imam untuk selamanya.”
Perayaan 25 tahun imamat ini menjadi momentum penuh syukur bagi Pater Gregorius Pontus, keluarga, umat, serta seluruh pihak yang selama ini turut mendukung perjalanan panggilannya dalam pelayanan Gereja dan sesama.
Penulis : Manto Manu/Kominfotik TTU
Editor : Nurmiati/Kominfotik TTU
