KEFAMENANU, NEWS – Pesawat Kefa Air milik Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dijadwalkan melakukan pendaratan perdana di Bandara Jack Ukat, Kefamenanu, pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
Kepastian jadwal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah TTU, Trinimus Olin, saat memimpin rapat pemantapan pelaksanaan uji coba pendaratan pesawat di Aula Bapperida TTU, Senin (13/7/2026).
“Perkiraan hari Rabu, 15 Juli, pesawat akan mendarat sekitar pukul 10.00 pagi,” kata Trinimus.
Ia menjelaskan, pesawat saat ini telah berada di Kupang dan akan terbang menuju Kefamenanu dengan estimasi waktu tempuh sekitar 30 menit. Dalam penerbangan perdana tersebut, pesawat akan mengangkut sembilan orang dari kapasitas maksimal 12 penumpang, terdiri atas empat awak pesawat serta lima perwakilan dari unsur pemerintah dan masyarakat.
“Untuk perwakilan yang ikut dalam penerbangan nanti akan kami minta petunjuk Bapak Bupati, sehingga ada unsur pemerintah maupun tokoh masyarakat,” ujarnya.
Trinimus mengatakan, menjelang pendaratan akan dilakukan sterilisasi kawasan Bandara Jack Ukat mulai Rabu pagi. Mengingat bandara belum memiliki pagar keliling, akses masuk akan dibatasi hanya bagi petugas dan tamu yang memiliki tanda pengenal khusus. Pengamanan akan dikoordinasikan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dengan dukungan personel Batalyon.
Selain aspek pengamanan, Pemerintah Kabupaten TTU juga menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung, termasuk pembersihan lokasi dan pelaksanaan ritual adat yang dikoordinasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Bahan-bahan ritual akan disiapkan oleh Bagian Umum dan dilaksanakan pada hari pendaratan.
Berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) turut dilibatkan dalam persiapan acara. Bagian Umum bertanggung jawab menyiapkan panggung, Dinas Kesehatan menyediakan tenda, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menangani dekorasi, Bapperida menyiapkan sistem tata suara, sementara hiburan dikoordinasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Di luar area bandara, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan pada hari pelaksanaan. Arus kendaraan akan dialihkan mulai dari simpang Gorengan hingga Simpang Lima menuju arah Beba. Pengaturan lalu lintas akan dikoordinasikan oleh Dinas Perhubungan bersama Kepolisian.
Untuk mendukung aspek keselamatan, panitia juga menyiapkan layanan kesehatan dan tanggap darurat berupa satu unit ambulans yang disiagakan oleh Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Sasi, serta mobil pemadam kebakaran dan alat pemadam api ringan (APAR) yang menjadi tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana.
Penulis : Lius Salu/Kominfotik
Editor : Frumentus Bana/Kominfotik
