PPL Insana Dampingi Pengembangan VCO Berbasis Potensi Lokal

KEFAMENANU, NEWS – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Susana K. Tahun, memberikan penyuluhan dan pendampingan pembuatan minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) kepada Kelompok Kolnae di Desa Manunain A, Kecamatan Insana.

Kegiatan yang diikuti 20 anggota kelompok tersebut berlangsung pada Senin (28/9). Kelompok Kolnae diketuai Martinus Muga.

Susana mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat, khususnya anggota Kelompok Kolnae, dalam mengolah potensi lokal berupa kelapa menjadi produk minyak kelapa murni yang bernilai ekonomi, higienis, dan berdaya saing.

“Tujuan umum meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian masyarakat khususnya pada kelompok Kolneo dalam mengolah potensi lokal kelapa menjadi produk minyak kelapa murni yang bernilai ekonomi tinggi, higienis dan berdaya saing,” ujarnya, Selasa (29/9).

Ia menjelaskan, tujuan khusus pelatihan tersebut mencakup aspek ekonomi, kesehatan, sosial, dan edukasi.

Dari aspek ekonomi, pengolahan kelapa menjadi VCO diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa, mendorong munculnya wirausaha baru berbasis rumah tangga, serta membuka peluang kerja bagi ibu-ibu PKK, karang taruna, dan siswa.

Menurut dia, dari aspek kesehatan, pembuatan VCO diarahkan untuk menghasilkan minyak tanpa bahan kimia dan tanpa pemanasan tinggi. Produk tersebut juga diharapkan menjadi alternatif minyak yang kaya asam laurat untuk konsumsi serta bahan obat dan kosmetik alami.

Sementara dari aspek sosial, kegiatan itu diharapkan dapat memberdayakan perempuan dan kelompok rentan agar memiliki sumber penghasilan sendiri, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam lokal yang melimpah di TTU dan Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, limbah hasil pengolahan kelapa dapat dimanfaatkan kembali, antara lain sebagai pakan ternak babi dan bahan pembuatan kue.

“Dari aspek edukasi, pelatihan ini memberikan keterampilan praktis yang langsung bisa dipraktikkan, melestarikan kearifan lokal pengolahan kelapa tradisional dengan standar modern, serta mendorong jiwa kreatif dan inovatif peserta pelatihan,” katanya.

Ia mengatakan tujuan jangka panjang kegiatan tersebut adalah mewujudkan masyarakat yang mandiri, sehat, dan sejahtera melalui pengolahan produk lokal berbahan kelapa.

Dengan adanya pelatihan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mampu membuat VCO untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat mengembangkannya menjadi usaha kecil dan menengah sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *