KEFAMENANU, NEWS – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Yosep Falentinus Delasalle Kebo melakukan anjangsana ke Panti Asuhan Bakti Mandiri di Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kamis (13/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten TTU terhadap anak-anak yang berada di panti asuhan.
Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten TTU, Kepala Dinas Sosial, Kepala Inspektorat, Kepala Satpol PP, Direktur RSUD Kefamenanu, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda TTU.
Pengelola Panti Asuhan Bakti Mandiri menjelaskan, terdapat 21 anak yang diasuh di panti tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang keluarga dan sedang menempuh pendidikan mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Panti tersebut memiliki fasilitas untuk anak laki-laki dan perempuan. Dalam kesempatan itu, pengelola juga menyampaikan kebutuhan pembangunan satu ruang belajar tambahan untuk menunjang aktivitas pendidikan anak-anak.
Bupati Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh yang telah mendedikasikan diri merawat anak-anak yang bukan berasal dari keluarga mereka sendiri.
Menurut dia, pekerjaan mengasuh dan membimbing anak bukanlah pekerjaan mudah, sehingga dedikasi para pengasuh merupakan bentuk pelayanan dan berkat bagi sesama.
“Kita sebagai pemerintah tidak menutup mata, telinga, apalagi hati terhadap apa yang disampaikan pihak yayasan. Silakan sampaikan kebutuhan yang ada, pemerintah siap merespons,” katanya.
Terkait kebutuhan pembangunan ruang belajar, Bupati meminta agar usulan tersebut disampaikan secara resmi untuk selanjutnya ditindaklanjuti melalui Bagian Kesra Setda TTU.
Ia mengatakan pemerintah daerah terbuka terhadap kebutuhan masyarakat dan siap membangun kolaborasi bersama lembaga keagamaan serta masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
“Kita membangun tiga pilar, yakni pemerintah, agama, dan adat untuk berjalan bersama menyelesaikan persoalan yang ada, termasuk persoalan yang belum tersentuh,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak di panti asuhan memperoleh hak yang sama, termasuk dalam pemenuhan dokumen kependudukan apabila dibutuhkan.
“Kami titip 21 anak yang ada di sini. Mudah-mudahan kelak mereka menjadi penerus pembangunan di daerah ini,” katanya.
Dalam suasana penuh keakraban, Bupati juga memperkenalkan salam khas daerah, “Salam Salu Miomafo Kuluan Maubes”, yang kemudian dijawab antusias oleh anak-anak panti dengan pekikan “siap tabe”.
Kegiatan ditutup dengan dialog ringan bersama anak-anak, termasuk menanyakan cita-cita mereka serta foto bersama.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
