KEFAMENANU NEWS — Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kamillus Elu, S.H., melepas peserta kegiatan Napak Tilas yang berlangsung di Desa Noeltoko, Kabupaten TTU, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan pelepasan peserta Napak Tilas berlangsung sekitar pukul 09.00 WITA. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda atau pejabat yang mewakili, para Asisten Setda TTU dan Staf Ahli Bupati, para pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para peserta Napak Tilas.
Wakil Bupati mengajak seluruh peserta, khususnya generasi muda, untuk menjadikan kegiatan Napak Tilas sebagai momentum mengenang sejarah sekaligus memperkuat kecintaan terhadap identitas dan budaya daerah.
Ia menegaskan, perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan jati diri.
“Boleh hidup di zaman modern. Kita boleh menguasai teknologi. Kita boleh mengikuti perkembangan dunia. Tetapi kita tidak boleh kehilangan jati diri,” pesannya.
Menurutnya, bangsa dan masyarakat yang besar adalah bangsa dan masyarakat yang mampu menghargai sejarah serta tidak melupakan akar budayanya.

Para peserta Napak Tilas juga diingatkan bahwa mereka bukan hanya menjadi pewaris masa lalu, tetapi merupakan generasi yang akan menentukan masa depan daerah.
“Generasi muda adalah penentu masa depan. Kalianlah yang nantinya akan memimpin daerah ini,” ujarnya.
Ia berharap perjalanan Napak Tilas dapat menjadi pengalaman yang memberikan inspirasi bagi para peserta. Setiap langkah yang dilalui diharapkan menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan orang-orang terdahulu yang telah memberikan kontribusi terbaik bagi daerah.
“Ketika kaki kalian melangkah menyusuri setiap tapak sejarah, ingatlah bahwa di tempat-tempat itu pernah ada orang-orang yang berjuang dan memberikan yang terbaik bagi daerah ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa masa lalu tidak dapat diubah. Namun, sejarah dapat menjadi sumber pembelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Kita tidak mungkin mengubah masa lalu. Tetapi kita dapat belajar dari masa lalu untuk.mengenang perjuangan orang-orang terdahulu yang telah memberikan kontribusi terbaik bagi daerah,” ucap Kamillus.
Pesan tersebut menjadi ajakan kepada generasi muda agar mampu mengambil nilai-nilai perjuangan dari sejarah dan menerapkannya dalam kehidupan serta pembangunan daerah.
Kegiatan Napak Tilas diharapkan tidak hanya menjadi perjalanan menyusuri jejak sejarah, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah, budaya, dan identitas daerah di kalangan generasi muda TTU.
Penulis: Manto Manu, Diskominfotik Kab. TTU
Editor : Frumentus Bana, Diskominfotik Kab. TTU
