KEFAMENANUNEWS — Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., secara resmi melepas peserta Karnaval Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-104 Kota Kefamenanu, Senin (21/9/2026).
Kegiatan pelepasan berlangsung pada pukul 15.00 WITA di Lapangan Depan Rumah Jabatan Bupati TTU. Karnaval tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, kelompok etnis, perwakilan kecamatan, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai lembaga yang turut memeriahkan perayaan HUT ke-104 Kota Kefamenanu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten TTU, para pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten TTU, serta perwakilan instansi dan lembaga terkait. Sejumlah pejabat yang berhalangan hadir turut diwakili oleh pejabat atau pimpinan yang telah ditunjuk.
Kehadiran unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap pelaksanaan rangkaian kegiatan HUT ke-104 Kota Kefamenanu, khususnya Karnaval Budaya yang menjadi salah satu agenda untuk menampilkan keberagaman budaya masyarakat TTU.
Berakar dalam Budaya, Bertumbuh untuk Masa Depan
Dalam sambutannya, Bupati TTU menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-104 Kota Kefamenanu merupakan momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang Kota Kefamenanu sebagai kota yang tumbuh bersama sejarah dan nilai-nilai luhur budaya.
“Seratus empat tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya tersimpan jejak perjuangan, ketekunan, pengorbanan, dan cita-cita dari generasi ke generasi,” ungkap Bupati.
Menurutnya, perjalanan panjang Kota Kefamenanu membawa tanggung jawab bagi generasi saat ini untuk menjaga warisan leluhur, merawat kebersamaan, serta meneruskan pembangunan Kota Kefamenanu sebagai Kota Beradat.
Peringatan HUT ke-104 Kota Kefamenanu tahun 2026 mengusung tema “Berakar dalam Budaya, Bertumbuh untuk Masa Depan.”
Bupati menjelaskan bahwa tema tersebut mengingatkan masyarakat bahwa kemajuan tidak berarti meninggalkan jati diri. Sebaliknya, semakin jauh melangkah menuju masa depan, semakin kuat pula masyarakat harus berpijak pada akar budaya, nilai-nilai luhur, dan identitas yang diwariskan para pendahulu.
Bupati juga menegaskan bahwa Karnaval Budaya bukan sekadar kegiatan perayaan, tetapi menjadi panggung kebanggaan, ruang perjumpaan berbagai tradisi, sekaligus cerminan semangat persaudaraan masyarakat Kota Kefamenanu dalam keberagaman.
“Dari keberagaman budaya, kita merajut persatuan. Dari kekuatan tradisi, kita membangun karakter dan dari kebersamaan hari ini, kita menyiapkan masa depan Kota Kefamenanu yang lebih maju, sejahtera dan berdaya saing,” ujarnya.
Keberagaman Menjadi Kekuatan
Bupati TTU memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengambil bagian dalam Karnaval Budaya. Menurutnya, keterlibatan berbagai kelompok menunjukkan bahwa Kota Kefamenanu merupakan rumah bersama bagi masyarakat dengan latar belakang budaya, suku, dan tradisi yang beragam.
Keberagaman tersebut, kata Bupati, bukan alasan untuk terpecah belah, melainkan merupakan kekayaan yang harus dirawat sebagai kekuatan dalam membangun daerah.
“Kita mungkin berbeda dalam bahasa, pakaian adat, tarian, musik, dan tradisi, tetapi kita dipersatukan oleh semangat persaudaraan, rasa saling menghormati, dan kecintaan terhadap tanah tempat kita hidup dan bertumbuh bersama,” katanya.
Peserta Diminta Jaga Ketertiban dan Keselamatan
Kepada seluruh peserta Karnaval Budaya, Bupati mengajak agar mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab.
Peserta juga diminta menampilkan kekayaan budaya masing-masing dengan sebaik-baiknya, menjaga ketertiban, serta mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Bupati berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap Kota Kefamenanu.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, tokoh agama, generasi muda, dan seluruh masyarakat Kabupaten TTU.
Penulis: Manto Manu/Diskominfotik/Kab. TTU
Editor: Frumentus Bana/Diskominfotik/Kab. TTU
