KEFAMENANU, NEWS – Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Trinimus Olin, mewakili Wakil Bupati, secara resmi menutup kegiatan bertajuk “Merangkai Harapan, Menutup Perjalanan: Selebrasi Pendampingan Yayasan Karunia Pengembangan Anak (YKPA) Mitra ChildFund International di Indonesia”, yang digelar di Aula Hotel Livero, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini menandai berakhirnya program pendampingan YKPA bersama ChildFund International di Indonesia Kabupaten TTU setelah kurang lebih 26 tahun berjalan.
Dalam sambutan Wakil Bupati yang dibacakan Plh Sekda, disampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penutupan, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang yang sarat dedikasi, kolaborasi, dan harapan bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tulus kepada YKPA sebagai mitra ChildFund International di Indonesia atas kontribusi nyata selama pelaksanaan program di daerah ini,” ujar Trinimus saat membacakan sambutan.
Disebutkan, kehadiran YKPA di sejumlah desa di TTU tidak hanya menjalankan program, tetapi menjadi bentuk pengabdian nyata dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam perlindungan anak dan pemberdayaan kelompok rentan.
Program yang dijalankan juga dinilai mengalami transformasi signifikan, dari pendekatan karitatif menuju pembangunan berkelanjutan yang terintegrasi lintas sektor, mencakup kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, perlindungan anak, hingga aksi iklim.
Berbagai capaian penting turut dicatat, antara lain pengembangan pendidikan kecakapan hidup dan literasi keuangan berbasis komunitas, integrasi soft skills di 23 SMK, serta penguatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sebagai sistem perlindungan anak di tingkat desa.
Pemerintah daerah pun mendorong agar praktik-praktik baik tersebut dapat terus dilanjutkan dan direplikasi. Beberapa langkah strategis yang ditekankan yakni integrasi program ke dalam kebijakan daerah dan desa, penguatan kelembagaan PATBM, optimalisasi peran sekolah, serta kajian pengembangan model program ke wilayah lain di TTU.
“Perjalanan ini mungkin telah berakhir secara administratif, namun harapan yang telah dirangkai tidak boleh berhenti. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk melanjutkan dan menjaga warisan kebaikan yang telah dibangun,” tegasnya.
Sementara itu, Senior Program Officer ChildFund International di Indonesia wilayah NTT, Itha Kale, mengatakan tema “Merangkai Harapan” dipilih karena mencerminkan hasil dari perjalanan panjang yang telah melahirkan banyak agen perubahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, meskipun program pendampingan telah berakhir, nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang ditanamkan akan terus hidup dan berkembang di masyarakat.
“Kami tidak hanya memberikan dukungan material, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat. Itu yang akan terus berlanjut karena kekuatan utamanya ada pada masyarakat sendiri,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, termasuk kolaborasi dengan dinas pendidikan, sekolah, serta dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam mendorong pemenuhan hak anak di TTU.
Di sisi lain, Ketua YKPA, Bernadina Dhana, berharap keberlanjutan program tetap terjaga melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk peluang dukungan dari donor lain di masa mendatang.
“Kami berharap ada dukungan baru agar program-program baik ini bisa terus berjalan dan bahkan diperluas ke desa-desa lain sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak Pemerintah Kabupaten TTU untuk terus bersinergi dalam melanjutkan program-program seperti literasi keuangan, PATBM, serta pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah.
“Jangan sampai semua yang sudah dibangun berhenti di sini. Mari kita lanjutkan demi perlindungan dan masa depan anak-anak TTU,” pungkasnya.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
