Bupati TTU Tekankan Makna Filosofis Penyiraman Air dalam Penyerahan SK PPPK

KEFAMENANU, NEWS – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menegaskan bahwa prosesi penyiraman air dalam kegiatan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II dan PPPK paruh waktu memiliki makna filosofis yang mendalam.

Kegiatan penandatanganan SPK sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati TTU, Selasa (21/4/2026), dan dihadiri ratusan PPPK penerima SK.

Prosesi tersebut turut diwarnai dengan penyiraman air yang dilakukan langsung oleh Bupati sebagai bagian dari rangkaian acara. Menurut Bupati Yosep, tindakan itu bukan sekadar seremoni, melainkan simbol yang sarat makna.

Para PPPK Tahap II dan PPPK Paruh Waktu saat mendengarkan arahan dari Bupati TTU, Selasa (21/4/2026). Foto : Kominfotik TTU

Air adalah sumber kehidupan, lambang kesucian, dan pembawa kesejukan. Penyiraman ini menjadi simbol pembaruan diri, bahwa setiap dari kita hendaknya senantiasa membersihkan niat, menyegarkan semangat, dan menumbuhkan harapan baru dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa air mengajarkan nilai kerendahan hati, dengan mengalir ke tempat yang paling membutuhkan serta memberi manfaat tanpa banyak suara.

Dalam kesempatan itu, Bupati Yosep mengingatkan bahwa tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks. Masyarakat, kata dia, kini semakin kritis dengan tuntutan pelayanan publik yang terus meningkat.

Dalam situasi ini, PPPK diharapkan menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pelengkap sistem. Jadilah aparatur yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada hasil. Bangun kerja sama, perkuat disiplin, dan jaga etika dalam setiap langkah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa status PPPK bukanlah batasan untuk berkarya, melainkan kesempatan untuk menunjukkan kualitas dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Bupati TTU saat menyerahkak SK kepada perwakilan penerima. Foto : Kominfotik TTU

Saya mengingatkan bahwa status PPPK bukanlah batas untuk berkarya, melainkan ruang untuk membuktikan kualitas diri. Jadikan setiap tugas sebagai ladang pengabdian, bukan beban yang harus dihindari,” tambahnya.

Menutup arahannya, Bupati Yosep mengajak seluruh PPPK untuk menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal perubahan dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Mari kita bekerja dengan hati yang tulus, pikiran yang jernih, dan semangat yang tidak mudah padam. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa membimbing langkah kita dan memberkati setiap upaya dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *