KEFAMENANU, NEWS – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang membahas pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Program Bantuan Duka bagi Keluarga Miskin (TULUS), penyelenggaraan dan pengawasan pemerintahan desa, serta pelayanan administrasi kependudukan di tingkat Kabupaten TTU.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Rakor ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan masyarakat TTU yang sejahtera, maju, dan berdaya saing.
“Kehadiran kita semua dalam Rakor ini menjadi bentuk komitmen awal untuk mencapai tujuan besar pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai inisiator kegiatan, serta seluruh peserta yang hadir dari berbagai unsur lintas sektor.
Menurutnya, Rakor ini tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga wadah untuk mengidentifikasi berbagai persoalan di lapangan, mengevaluasi pelaksanaan program, serta merumuskan solusi dan langkah tindak lanjut yang terintegrasi.
Hal ini sejalan dengan upaya percepatan pelaksanaan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati TTU sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029.
Ia menekankan bahwa tahun 2026 merupakan tahun kedua masa kepemimpinannya, sehingga seluruh program prioritas harus mulai menunjukkan hasil yang nyata.
Bupati mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten TTU pada tahun 2025 masih berada pada angka 20,17 persen. Pemerintah daerah menargetkan penurunan menjadi 19,68 persen pada tahun 2026.
“Dengan kondisi tersebut, berbagai strategi terus kita lakukan untuk menurunkan angka kemiskinan, termasuk melalui penguatan program perlindungan sosial yang lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Program TULUS (banTuan duka Untuk keluarga miSkin). Program ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga miskin yang mengalami kedukaan.
Pada tahun 2025, program TULUS telah terealisasi sebanyak 89 paket bantuan untuk periode November hingga Desember. Sementara pada tahun 2026 hingga bulan April, bantuan duka telah disalurkan sebanyak 260 paket kepada masyarakat yang membutuhkan.
Namun demikian, Bupati menyoroti masih adanya desa atau kecamatan yang belum optimal dalam mengusulkan penerima bantuan. Hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian data penerima dengan kategori yang telah ditetapkan.
“Oleh karena itu, saya minta kepada pemerintah desa agar memastikan bahwa penerima bantuan benar-benar masyarakat dengan tingkat kerentanan tinggi, khususnya kategori miskin ekstrem,” tegasnya.
Selain program TULUS, Bupati juga menekankan pentingnya program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya perlindungan bagi pekerja.

Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 53.112 pekerja atau 71,9 persen telah terlindungi dalam program ini. Namun, masih terdapat 20.749 pekerja atau 28,1 persen yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial.
Untuk itu, Bupati mendorong percepatan perluasan cakupan perlindungan, terutama bagi kepala desa, perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tenaga honorer, guru, tenaga kependidikan, serta para pekerja rentan lainnya.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan simbolis santunan kematian kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan. Santunan ini merupakan bentuk perlindungan finansial dari negara yang diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Adapun manfaat yang diterima meliputi santunan uang tunai, beasiswa pendidikan bagi anak, biaya pengobatan, hingga biaya pemakaman.
“Ini bukan hanya bentuk belasungkawa, tetapi juga upaya negara dalam menjamin keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan,” tambahnya.
Bupati juga menyinggung pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan seluruh program berjalan optimal dan tepat sasaran. Ia berharap Rakor ini mampu menghasilkan kesepakatan bersama yang dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Rakor ini tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial semata.
“Saya berharap hasil Rakor ini benar-benar ditindaklanjuti dengan aksi nyata, sehingga berbagai hambatan dapat diminimalisir dan tujuan pembangunan daerah dapat tercapai,” pungkasnya.
Dengan demikian, Bupati TTU secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Sektor tersebut, dengan harapan mampu memperkuat kolaborasi antar sektor dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten TTU.
Penulis : Poldus Meomanu
Editor : Frumentus Bana
