Bupati dan Wakil Bupati TTU Dialog dengan Warga Bantaran Kali Tauf, Bahas Jembatan dan Bronjong

KEFAMENANU, NEWS – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, bersama Wakil Bupati Kamillus Elu melakukan dialog langsung dengan masyarakat Kelurahan Kefamenanu Selatan, khususnya warga yang bermukim di bantaran Kali Tauf, Kamis (4/6/2026).

Dialog tersebut berlangsung usai kegiatan Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXIII Tahun 2026 Tingkat Kabupaten TTU yang dipusatkan di Kelurahan Kefamenanu Selatan, Kecamatan Kota Kefamenanu, tepatnya di belakang Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kefamenanu.

Usai pencanangan BBGRM, Bupati, Wakil Bupati, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyeberangi Kali Tauf untuk melakukan penanaman simbolis anakan bambu di bantaran sungai sebagai upaya mitigasi bencana banjir dan longsor.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif secara daring bersama para camat se-Kabupaten TTU yang secara serentak melakukan penanaman pohon di lokasi-lokasi yang rawan banjir dan longsor.

Dalam dialog tersebut, Bupati dan Wakil Bupati meminta laporan terkait lokasi penanaman, jenis tanaman yang ditanam, serta panjang area yang menjadi sasaran penghijauan. Para camat melaporkan bahwa jenis tanaman yang ditanam antara lain bambu, jambu air, dan trembesi pada sejumlah titik yang berpotensi mengalami longsor maupun banjir.

Suasana penanaman anakan bambu di bantaran kali Tauf, Kamis (4/6/2026).

Bupati Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan BBGRM.

Anakan pohon yang sudah ditanam harus dirawat dengan baik agar tidak dimakan ternak dan dapat tumbuh sebagaimana yang diharapkan,” pesannya.

Warga Sampaikan Aspirasi

Setelah dialog bersama para camat, Bupati dan Wakil Bupati melanjutkan pertemuan dengan warga bantaran Kali Tauf. Dalam kesempatan itu, sedikitnya tiga warga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah mereka.

Beberapa persoalan yang disampaikan antara lain kondisi bronjong yang mengalami pergeseran akibat banjir serta kebutuhan jembatan penghubung bagi warga RT 65, RT 66, dan RT 67 yang tinggal di seberang Kali Tauf.

Bupati TTU saat berdialog dengan para camat secara virtual, Kamis (4/6/2026).

Menurut warga, kondisi sungai yang belum memiliki akses jembatan memadai menjadi kendala bagi anak-anak yang bersekolah maupun masyarakat yang mengangkut hasil pertanian ke pasar.

Warga juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten TTU atas pembangunan dan pengaspalan sejumlah ruas jalan gang di wilayah Kelurahan Kefamenanu Selatan.

Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Jembatan

Menanggapi aspirasi masyarakat, Bupati Yosep menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini memprioritaskan pembangunan tiga jembatan, yakni di Desa Kiuola, Kelurahan Kefamenanu Selatan (Kali Tauf), dan Kelurahan Benpasi.

“Saat ini yang sedang dalam proses pembangunan adalah jembatan gantung di Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti. Setelah itu, kami berharap dapat melanjutkan pembangunan jembatan di Kali Tauf,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila pembangunan jembatan di Benpasi belum dapat direalisasikan, maka alokasi pembangunan dapat diprioritaskan ke Kelurahan Kefamenanu Selatan.

Menurutnya, jembatan gantung yang direncanakan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Namun pemerintah juga sedang mempertimbangkan pembangunan satu jembatan permanen yang dapat dilalui kendaraan roda empat guna memperlancar akses transportasi masyarakat.


Bupati dan Wakil Bupati TTU saat berdialog dengan masyarakat Kelurahan Kefamenanu Selatan di sela-sela kegiatan, Kamis (4/6/2026).

Apakah nantinya di Benpasi atau di Tauf yang akan dibangun secara permanen, itu masih kita kaji. Yang jelas, kita ingin mempermudah mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian,” jelasnya.

Bupati meminta masyarakat untuk tidak khawatir karena pemerintah bersama DPRD terus berupaya mencari solusi terbaik meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dan dukungan terhadap program prioritas nasional.

Dengan keterbatasan anggaran yang ada, pemerintah tetap berkomitmen menyelesaikan sejumlah infrastruktur prioritas. Salah satunya adalah pembangunan di kawasan perkotaan agar tidak ada lagi wilayah yang terisolasi akibat keterbatasan akses jalan maupun jembatan,” katanya.

Infrastruktur Kota Dibangun Bertahap

Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten TTU tetap mengalokasikan anggaran sebesar Rp7 miliar pada tahun 2026 untuk pembangunan infrastruktur dalam Kota Kefamenanu.

Menurutnya, pembangunan jalan akan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan radius 10 kilometer dari pusat kota. Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada wilayah dengan radius satu hingga lima kilometer, kemudian diperluas secara bertahap hingga mencapai 10 kilometer dalam lima tahun mendatang.

Jalan-jalan yang menghubungkan antar-gang akan kita aspal secara bertahap. Jika saat ini belum semua wilayah mendapat giliran, bukan berarti pemerintah tidak memperhatikan, tetapi pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” jelasnya.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah melalui doa serta partisipasi aktif.

Bronjong akan Ditindaklanjuti

Terkait usulan perbaikan bronjong di bantaran Kali Tauf, Bupati mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten TTU.

Hasil pengecekan menunjukkan masih terdapat kekurangan sekitar 200 meter bronjong. Nanti akan kita pikirkan langkah-langkah agar kebutuhan tersebut dapat diakomodasi dan diselesaikan,” pungkasnya.

Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *