KEFAMENANU, NEWS – Koordinator Pengawas (Korwas) SMA/SMK/SLB Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Dra. Elvira Bertha Maria Ogom, secara resmi membuka kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten TTU Tahun 2026, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 30 SMA sederajat dari berbagai wilayah di Kabupaten TTU.
Awalnya, pembukaan kegiatan direncanakan berlangsung di lapangan. Namun, akibat hujan yang mengguyur wilayah Kefamenanu, acara pembukaan akhirnya dipindahkan ke Bale Biinmafo.
“Rencananya kegiatan ini dibuka di lapangan, tetapi karena hujan sehingga pembukaannya dilaksanakan di Bale Biinmafo,” ujar Elvira Bertha Maria Ogom saat membuka kegiatan tersebut.
Dalam pelaksanaan O2SN tahun ini, para peserta mengikuti sejumlah cabang olahraga dan perlombaan, di antaranya atletik, lari 100 meter, lari 400 meter, lompat jauh putra-putri, tolak peluru, lempar lembing, hingga pencak silat.
Elvira menjelaskan, seluruh cabang olahraga dilaksanakan di lapangan, kecuali pencak silat yang digelar di Bale Biinmafo karena membutuhkan matras sebagai sarana pertandingan.
“Lomba lari, lempar lembing, tolak peluru, dan lompat jauh semuanya dilaksanakan di lapangan, sedangkan pencak silat dilakukan di Bale Biinmafo karena harus menggunakan matras,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan O2SN merupakan agenda wajib yang harus diikuti oleh seluruh sekolah. Namun demikian, jumlah cabang lomba yang diikuti masing-masing sekolah berbeda-beda, tergantung kesiapan peserta didik dan cabang olahraga yang diminati.
“Kegiatan O2SN ini wajib diikuti oleh semua sekolah. Ada sekolah yang mengikuti lima cabang kegiatan, ada juga yang hanya mengikuti empat cabang,” katanya.
Menurut Elvira, tujuan utama pelaksanaan O2SN adalah untuk mengembangkan talenta dan prestasi peserta didik di bidang olahraga. Sejak awal masuk sekolah, para siswa telah dipetakan berdasarkan minat dan bakat masing-masing, baik di bidang olahraga maupun bidang akademik dan seni.
“Sejak mereka masuk sekolah sudah ada pemetaan dan identifikasi terhadap anak-anak yang berminat di bidang olahraga, debat bahasa, lomba tarian, voli, futsal, dan lainnya. Melalui O2SN ini mereka bisa menunjukkan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Elvira mengatakan para juara pada tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Kabupaten TTU pada ajang O2SN tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jika berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi, para peserta akan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional.
“Harapan kita tentu mereka bisa berhasil dan membawa nama baik daerah hingga ke tingkat nasional,” ujarnya. Sembari menambahkan kegiatan ini berlangsung hanya satu hari. Setelah ini akan ada lomba OSN untuk sembilan mata pelajaran yang dilaksanakan di sekolah masing-masing.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
