MPLS Ramah di SDK Marsudirini Kefamenanu Selesai, Kepala Sekolah Tegaskan Enam Indikator Keberhasilan

KEFAMENANU NEWS,– Kepala SDK Marsudirini Kefamenanu, Suster M. Mayela, OSF, menegaskan bahwa pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di SDK Marsudirini Kefamenanu telah berlangsung pada 13–17 Juli 2026 sesuai kalender pendidikan Yayasan Marsudirini.

Saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (20/7/2026), Suster Mayela menjelaskan bahwa SDK Marsudirini memulai kegiatan belajar lebih awal dibandingkan sekolah dasar lainnya di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Pembagian rapor dilaksanakan pada 20 Juni 2026, sedangkan hari pertama masuk sekolah dimulai pada 13 Juli 2026 mengikuti kalender Yayasan Marsudirini yang berlaku secara nasional.

Pembekalan Guru Sebelum MPLS

Sebelum pelaksanaan MPLS, seluruh tenaga pendidik telah mengikuti pembekalan yang menghadirkan narasumber pendamping dari Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU.

Pada hari pertama sekolah, peserta didik baru disambut secara seremonial melalui prosesi penyambutan dan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya perjalanan belajar mereka di SDK Marsudirini Kefamenanu.

“Hari ini (Senin,red) kami menutup Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dengan melihat enam indikator keberhasilan sesuai instruksi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ujar Suster Mayela.

Enam Indikator Keberhasilan MPLS Ramah

Suster Mayela menjelaskan, indikator pertama adalah peserta didik tidak lagi merasa takut datang ke sekolah, mulai mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, serta seluruh warga sekolah.

“Mereka menyadari bahwa sekolah adalah tempat belajar. Setiap pagi mereka datang dengan penuh semangat,” katanya.

Indikator kedua adalah peserta didik mulai memahami budaya sekolah, tata tertib, aturan, serta kebiasaan baik yang diterapkan di SDK Marsudirini.

“Kami membiasakan anak-anak berpakaian lengkap dengan atribut sekolah seperti topi, dasi, dan tanda pengenal. Seragam nasional harus dikenakan secara lengkap,” jelasnya.

Indikator ketiga adalah terbangunnya hubungan yang positif antarpeserta didik maupun antara guru dan murid. Budaya saling menghormati ditanamkan sejak dini, di mana siswa kelas atas membiasakan diri memanggil siswa kelas bawah sebagai adik, sedangkan siswa kelas bawah memanggil kakak kepada siswa kelas atas.

“Budaya kekeluargaan ini harus terbangun dengan baik,” ujarnya.

Indikator keempat adalah tumbuhnya motivasi belajar sehingga peserta didik semakin bangga menjadi bagian dari SDK Marsudirini Kefamenanu.

Menurutnya, seluruh persiapan pembelajaran telah dilakukan sejak sebelum MPLS dimulai, termasuk penyampulan buku pelajaran, pemberian identitas mata pelajaran, hingga pembagian Lembar Kerja Siswa (LKS).

Target Literasi 100 Persen

Indikator kelima adalah meningkatnya kepercayaan orang tua terhadap sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Suster Mayela menegaskan bahwa kemampuan literasi menjadi prioritas utama sekolah.

“Khusus kelas I, dalam tiga bulan ke depan atau saat penilaian tengah semester, seluruh peserta didik ditargetkan sudah mampu membaca soal secara mandiri,” jelasnya.

Sementara itu, untuk peserta didik kelas II hingga kelas VI, pihak sekolah memastikan seluruh siswa telah memiliki kemampuan membaca.

“Saya menjamin 100 persen tidak ada siswa kelas II sampai kelas VI yang tidak bisa membaca. Literasi pada setiap jenjang sudah tuntas sehingga mereka tinggal mengikuti pembelajaran lainnya,” tegasnya.

Sekolah Bebas Perundungan

Indikator terakhir adalah terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan, baik fisik maupun verbal.

“Ramah dan nyaman itu harus benar-benar dirasakan oleh semua peserta didik. Karena itu, tidak boleh ada praktik bullying ataupun kekerasan dalam bentuk apa pun,” tegas Suster Mayela.

Ia menambahkan, sekolah juga menerapkan disiplin yang tegas. Apabila peserta didik tidak mengerjakan tugas atau melanggar aturan, sekolah akan memberikan pembinaan dan, bila diperlukan, memanggil orang tua secara resmi melalui surat.

Suster Mayela mengajak seluruh orang tua untuk terus menjalin kerja sama dengan sekolah dalam mendampingi proses belajar anak di rumah.”Jika kerja sama antara orang tua dan sekolah berjalan baik, maka hasil belajar anak akan membanggakan dan membawa sukacita bagi keluarga maupun sekolah. SDK Marsudirini, cerdas dan berkarakter,” tutupnya.

Penulis: Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor: Frumentus Bana/Diskominfotik TTU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *