KEFAMENANU,NEWS — Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Yosep Falentinus Delasalle Kebo mengingatkan para kepala dinas dan camat untuk mewaspadai pesan singkat maupun WhatsApp (WA) dari oknum yang mengatasnamakan mahasiswa untuk meminta bantuan.
Peringatan tersebut disampaikan Bupati Yosep seusai memimpin apel pagi, Senin (24/8), di halaman Kantor Bupati TTU.
Ia mengatakan, modus meminta bantuan dengan mengatasnamakan mahasiswa melalui pesan WhatsApp kerap terjadi. Oknum tersebut biasanya menghubungi kepala dinas atau camat dengan alasan mendapat arahan dari bupati untuk meminta bantuan.
“Ini sering kali terjadi. Mereka mengatasnamakan mahasiswa kemudian meminta bantuan melalui WhatsApp, tetapi sebenarnya bukan mahasiswa,” katanya.
Menurut dia, oknum tersebut memanfaatkan situasi ketika dirinya sedang berada di luar daerah. Mereka kemudian menghubungi kepala dinas atau camat dan menyampaikan bahwa bupati mengarahkan mereka untuk meminta bantuan.
“Mereka mengatakan bupati sedang berada di luar daerah dan kami diarahkan untuk menghubungi bapak atau ibu untuk meminta bantuan,” ujarnya.
Bupati mengatakan, alasan yang disampaikan biasanya berkaitan dengan kegiatan mahasiswa di Kupang. Oknum tersebut mengaku sebagai bagian dari perkumpulan mahasiswa yang sedang membutuhkan bantuan untuk pelaksanaan kegiatan.
Namun, kata dia, ketika diminta menunjukkan proposal kegiatan atau bertemu secara langsung, oknum tersebut justru tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut.
“Kita selalu cek kembali dengan menanyakan nama dan tempat tinggal, kemudian kita menghubungi camat untuk memastikan. Kalau diminta proposal atau bertemu langsung, mereka tidak berani,” katanya.
Ia menegaskan, modus tersebut perlu diwaspadai agar tidak merugikan pemerintah daerah maupun aparatur sipil negara (ASN).
Bupati juga meminta seluruh kepala dinas dan camat tidak langsung memenuhi permintaan bantuan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp sebelum memastikan kebenaran identitas dan tujuan permintaan tersebut.
“Mereka memanfaatkan momen setiap kali saya tidak ada, misalnya ketika saya berada di Jakarta. Mereka menghubungi kepala dinas dan mengatakan bahwa ini atas arahan Bupati. Ini yang kita tidak mau. Karena itu saya umumkan secara terbuka agar tidak terjadi lagi ke depan,” katanya.
Penulis : Lius Salu
Editor : Nurmiati
