Bupati TTU Berikan Apresiasi kepada Pater Fridz Meko atas Karya Buku Pelayanan Tanpa Batas, Karisma yang Menggetarkan

KEFAMENANU, NEWS – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten TTU, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pater Fridz Meko, SVD, atas dedikasi dan kontribusinya dalam menggagas, menulis, serta menerbitkan buku Pelayanan Tanpa Batas, Karisma yang Menggetarkan.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Yosep dalam sambutannya pada kegiatan diskusi dan launching buku Jejak Langkah Pater Fridz Meko, SVD yang berlangsung di Aula Soverdi Noemeto, Jumat (12/6/2026).

Menurut Bupati, kehadiran karya tersebut bukan sekadar rangkaian tulisan, tetapi menjadi jejak pemikiran, nilai, serta harapan yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Semoga buku ini menjadi lentera pengetahuan yang menerangi perjalanan pembangunan, memperkuat identitas, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun masyarakat TTU yang lebih maju dan berbudaya,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa peluncuran buku tersebut bukan hanya sebuah acara seremonial, melainkan sebuah peristiwa kebudayaan yang menunjukkan bahwa peradaban besar dibangun oleh pribadi-pribadi yang meninggalkan jejak nilai dan keteladanan.

“Buku adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Di dalamnya tersimpan pengalaman, pemikiran, kebijaksanaan, dan keteladanan yang dapat diwariskan lintas generasi. Pater Fridz Meko telah menunjukkan bahwa pelayanan yang tulus tidak mengenal batas ruang, waktu, maupun perbedaan,” katanya.

Bupati yang akrab disapa No Valen itu mengatakan, karisma yang menggetarkan tidak lahir dari kekuasaan, melainkan dari ketulusan hati. Sementara talenta yang memikat merupakan hasil dari dedikasi, kerja keras, dan komitmen untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan budaya membaca dan menulis di tengah derasnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, literasi merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan berkarakter.

“Bangsa yang gemar membaca akan memiliki keluasan wawasan, sedangkan bangsa yang gemar menulis akan meninggalkan warisan pemikiran bagi generasi berikutnya. Karena itu, peluncuran buku ini menjadi langkah nyata dalam mendukung gerakan literasi di Kabupaten TTU,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami makna kehidupan, menyaring informasi, serta mengambil keputusan secara bijaksana.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam buku tersebut seperti integritas, kepedulian, kerja keras, kerendahan hati, dan semangat pengabdian menjadi modal sosial yang penting dalam membentuk generasi yang unggul dan berdaya saing.

Selain itu, di era media sosial saat ini, literasi digital juga menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Media sosial dapat menjadi ruang pembelajaran, inspirasi, dan kolaborasi apabila digunakan secara bijaksana.

Bupati mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, santun, serta tetap menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Mari kita jadikan ruang digital sebagai ruang yang mencerahkan, bukan ruang yang menyesatkan; ruang yang membangun persaudaraan, bukan permusuhan; ruang yang menyebarkan pengetahuan, bukan kebencian,” ajaknya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati No Valen kembali menyampaikan penghargaan kepada Pater Fridz Meko, SVD dan seluruh pihak yang telah mendukung proses penerbitan buku tersebut.

“Semoga karya ini menjadi sumber inspirasi, memperkuat gerakan literasi, menumbuhkan budaya membaca dan menulis, serta menjadi pengingat bahwa pengabdian yang tulus akan selalu menemukan jalannya untuk dikenang dan diwariskan,” pungkasnya.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *