Ketua TP PKK TTU Motivasi Penenun Taunbaen Timur Optimalkan Media Sosial untuk Pemasaran

KEFAMENANU, NEWS – Ketua TP PKK Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Ny. Andina Winantuningtyas, memotivasi kelompok penenun di Desa Taunbaen Timur, Kecamatan Biboki Utara, agar tidak putus asa dalam memasarkan kain tenun mereka. Ia mendorong pemanfaatan media sosial dan pelibatan generasi muda untuk memperluas jangkauan penjualan.

Pesan itu disampaikan Andina saat menghadiri kegiatan penyerahan benang hasil sinergi Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) di Desa Taunbaen Timur, Kamis (11/6/2026).

Andina menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program Disperindag dan PMD, sementara kehadirannya sebatas mendampingi dua organisasi perangkat daerah tersebut.

“Ini kegiatan Disperindag dan PMD, sebenarnya tidak ada hubungan dengan PKK. Namun mereka terus menghubungi dan meminta saya hadir, jadi saya hanya mendampingi dua OPD terkait,” ujarnya kepada media melalui pesan WhatsApp.

Dalam dialog dengan masyarakat, ia mengaku mendengar banyak keluhan mengenai pemasaran kain tenun. Menurutnya, inti persoalan yang paling sering disampaikan adalah bagaimana produk tenun dapat lebih mudah dijual dan menjangkau pasar yang lebih luas.Ia mengajak para penenun untuk melibatkan anak-anak muda dalam proses pemasaran digital.

“Pesan singkat dari saya untuk ibu-ibu, libatkan anak-anak muda. Jangan membiarkan mereka tidak terlibat dalam kegiatan,” katanya.

Menurut Andina, penggunaan smartphone dan platform seperti TikTok, WhatsApp, Facebook, serta media sosial lainnya, dapat menjadi sarana promosi yang efektif. Ia bahkan menyarankan agar setelah proses menenun selesai, generasi muda membantu melakukan siaran langsung (live) penjualan produk karena banyak pembeli dari luar daerah memantau penjualan kain tenun NTT melalui media sosial.

“Sayang sekali jika kita melewatkan media sosial yang ada. Sekarang jualan tidak perlu selalu disalurkan melalui toko. Semua bisa diakses langsung melalui media sosial,” jelasnya.

Selain pemasaran, Andina juga menekankan pentingnya administrasi kelompok penenun. Ia meminta kelompok-kelompok penenun memastikan data mereka tercatat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar dapat mengakses program bantuan pemerintah.

“Mereka mengeluhkan bantuan, tetapi setelah dicek ternyata data mereka tidak ada. Karena itu, kepala desa juga harus aktif mendata kelompok-kelompok baru maupun lama agar hal-hal administratif tidak menghambat bantuan yang seharusnya bisa mereka terima,” pungkasnya.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *