KEFAMENANUNEWS,- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus menggencarkan program perpustakaan keliling sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat.
Langkah ini diambil menyusul masih rendahnya tingkat literasi di sejumlah sekolah di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan TTU, Robert Nahas, mengatakan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah sekolah dengan tingkat literasi rendah berdasarkan data Dinas Pendidikan. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya rutin turun langsung ke sekolah-sekolah dengan membawa koleksi buku untuk dibaca oleh siswa.
“Perpustakaan keliling ini menjadi solusi untuk mendekatkan akses buku kepada anak-anak, khususnya di sekolah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas. Buku-buku kami pinjamkan selama satu hingga dua bulan agar mereka punya waktu cukup untuk membaca,” ujarnya saat di Wawancarai media berlangsung, Senin (04/05/2026).
Selain menyasar sekolah, Dinas Perpustakaan TTU juga memperluas jangkauan layanan dengan menjalin kerja sama bersama pemerintah desa. Kolaborasi ini difokuskan pada pendistribusian buku bantuan dari Perpustakaan Nasional yang jumlahnya mencapai sekitar 1.000 judul untuk setiap desa.
Menurut Robert, buku-buku tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi siswa, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap kehadiran buku di desa mampu mendorong budaya baca sekaligus meningkatkan pengetahuan praktis warga.
“Kami berkoordinasi dengan kepala desa agar buku-buku ini benar-benar digunakan. Masyarakat bisa membaca berbagai jenis buku, termasuk yang berkaitan dengan keterampilan, pertanian, hingga usaha produktif lainnya,” jelasnya.
Program ini juga menjadi bagian dari transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, di mana perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat pembelajaran yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan kombinasi program perpustakaan keliling dan distribusi buku ke desa, Ia optimistis tingkat literasi masyarakat akan terus meningkat. Diharapkan, peningkatan kemampuan membaca akan sejalan dengan berkembangnya pola pikir kritis dan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.
Penulis: Poldus Meomanu
Editor: Frumentus Bana
