KEFAMENANU, NEWS – Akademisi Universitas Timor (Unimor), Dr. Martinus Lafu Salu, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Bulan Bahasa di SMA Negeri (SMAN) Taekas, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, yang dinilai dapat mendorong kreativitas, kecintaan terhadap bahasa, dan peningkatan kualitas pendidikan.
Apresiasi tersebut disampaikan Martinus saat menjadi salah satu juri dalam rangkaian lomba Bulan Bahasa yang digelar SMAN Taekas untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa Nasional. Babak final kegiatan berlangsung di panggung SMAN Taekas, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Laras Bahasa, Harmoni Budaya, Merangkai Kata, Menghidupkan Karya, Melestarikan Tradisi di Era Digital”.
Sejumlah perlombaan digelar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, kreativitas, serta kepercayaan diri siswa, antara lain lomba majalah dinding (mading), storytelling bahasa Inggris, debat bahasa Inggris, monolog, vokal solo, jurnalistik, pembawa acara atau master of ceremony (MC), dan baca puisi.
Rangkaian kegiatan itu mendapat antusiasme dari para siswa, guru, kepala sekolah, dan tenaga administrasi. Persiapan dilakukan secara serius oleh pihak sekolah sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi sekaligus mempersiapkan penyelenggaraan lomba serupa yang direncanakan melibatkan SMA dan SMK se-Kabupaten TTU pada tahun mendatang.
Pelaksanaan lomba turut didukung oleh dewan juri yang berasal dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten TTU, Universitas Timor, kalangan wartawan, serta praktisi seni. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hingga babak final meskipun diwarnai cuaca panas.
Martinus mengatakan, kegiatan Bulan Bahasa perlu terus dikembangkan, baik dari segi kualitas penyelenggaraan maupun cakupan partisipasi, agar siswa memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
“Saya sangat mendukung seluruh rangkaian kegiatan ini karena menjadi sarana meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kita. Saya juga mengimbau pihak sekolah dan para siswa untuk mengikuti ajang nasional, seperti lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR), karena saya melihat potensi yang luar biasa,” kata Martinus.
Menurut dia, potensi siswa perlu terus diarahkan melalui kegiatan yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, keterampilan berbahasa, dan keberanian menyampaikan gagasan.
Dukungan terhadap kegiatan semacam ini diharapkan dapat memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah sekaligus membuka peluang bagi siswa SMAN Taekas untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi pendidikan di tingkat kabupaten hingga nasional.
Penulis : Lius Salu
Editor : Frumentus Bana
