KEFAMENANU NEWS,- Bunda PAUD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Ny. Andina Winantuningtyas, A.Md, menegaskan bahwa pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Dibutuhkan keterlibatan dan kolaborasi semua sektor untuk memastikan seluruh kebutuhan dan hak anak dapat terpenuhi secara menyeluruh. Hal tersebut disampaikan Ny. Andina saat diwawancarai, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, PAUD Holistik Integratif tidak hanya berbicara mengenai pendidikan anak, tetapi mencakup berbagai aspek penting dalam tumbuh kembang anak, mulai dari pemenuhan gizi, kesehatan, perkembangan fisik dan karakter, hingga kepastian identitas anak.
“Tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Harus melibatkan semua sektor. Karena menuju PAUD Holistik itu sendiri harus dengan anak-anak disuplai makanan bergizi, tumbuh kembang baik secara fisik maupun attitude, lalu juga identitas anak harus diutamakan,” jelasnya.
Bunda PAUD Kabupaten TTU yang juga merupakan Bunda Literasi Kabupaten TTU itu menilai, salah satu aspek penting yang harus mendapat perhatian adalah kesiapan orang tua.
Menurutnya, menjadi orang tua bukan sekadar memiliki anak, tetapi harus disertai pengetahuan, kesiapan mental, serta tanggung jawab dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak.“Menjadi orang tua tidak sekadar punya anak, namun benar-benar tahu cara menjadi orang tua. Tidak cuek. Kalau semua ini sudah kompak, saya yakin SDM dan daerah akan maju dengan sendirinya,” ungkapnya.
Ia berharap penguatan pola asuh atau parenting menjadi perhatian bersama. Setiap pasangan yang akan menjadi orang tua, menurutnya, perlu mempersiapkan diri secara mental agar mampu menjalankan peran dan tanggung jawabnya dengan baik.“Harapan saya, bereskan dulu parenting-nya. Setiap orang yang akan menjadi orang tua, siapkan dulu mentalnya,” tegas Ny. Andina.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada sekolah. Orang tua tetap menjadi fondasi utama sekaligus sekolah pertama bagi anak, sementara guru dan lembaga pendidikan berperan sebagai faktor pendukung.“Sekolah bukan jawaban dari keberhasilan anak. Tetap orang tua adalah landasan sekaligus sekolah pertama bagi anak-anak. Guru dan sekolah adalah faktor pendukung,” katanya.
Selain penguatan parenting, Ny. Andina juga menyoroti pentingnya legalitas perkawinan sebagai salah satu upaya memastikan anak memiliki identitas yang jelas. Menurutnya, administrasi kependudukan dan identitas anak harus dipersiapkan sejak awal agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.“Legalkan dulu setiap pernikahan. Sehingga identitas anak tidak akan menjadi polemik di kemudian hari,” ujarnya.
Untuk mewujudkan PAUDHI secara optimal di Kabupaten TTU, ia mengajak Pemerintah Daerah, masyarakat, keluarga, serta seluruh perangkat daerah dan pihak terkait untuk membangun kerja sama yang baik. Menurutnya, pemenuhan hak anak membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Jika seluruh unsur dapat bergerak bersama sesuai perannya masing-masing, maka pelaksanaan PAUD Holistik Integratif di TTU dapat berjalan dengan baik.“Setelah itu, kerja sama yang baik dari Pemda, masyarakat, dan dinas terkait dalam rangka memenuhi semua persyaratan ini. Maka semua akan berjalan dengan baik dan seharusnya,” pungkasnya.
Penulis: Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor: Nurmiati/Diskominfotik TTU
